Sabtu, 13 Maret 2010 | Berlangganan Majalah TRUST 
Sub Rubrik:

M. Hatta Rajasa, Menteri Perhubungan RI: ”…Semua Kendala Akan Kami Hadapi”

 
LEBARAN tinggal menghitung hari. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Lebaran tahun ini juga akan diwarnai dengan tradisi pulang kampung sebagian besar warga pendatang yang bermukim di kota-kota besar. Menurut catatan Departemen Perhubungan (Dephub), jumlah pemudik pada Lebaran kali ini akan mencapai angka 15 juta orang, atau naik 5% ketimbang jumlah pada tahun lalu.
Arus mudik dengan skala yang begitu besar juga berarti masalah yang akan dihadapi seluruh aparat di jajaran Dephub tak ringan. Problem yang tergolong berat terutama kepadatan lalu lintas di saat-saat klimaks arus mudik, yakni di antara H-7 serta H+7. Hal itu sulit dihindari, ”Karena jumlah pemudik yang menggunakan semua jalur trayek juga mengalami kenaikan,” tutur Hatta Rajasa, Menteri Perhubungan RI.
Jumlah pemudik yang menggunakan jalur darat diperkirakan bakal mencapai lebih dari 6,8 juta orang, atau naik sekitar 5,41% dibandingkan tahun lalu. Sementara jumlah pemudik di jalur angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (ASDP) akan mencapai lebih dari 2,5 juta orang (naik sekitar 5,79%), kereta api 2,7 juta lebih (naik sekitar 5,15%), angkutan laut 746 ribu lebih (naik sekitar 5%), dan angkutan udara lebih dari 1,4 juta (naik sekitar 12,8%).

 Artikel Lain
Maka Indonesia Benar-Benar Terjajah
Begitulah, Bank Ini Aman dari Berbagai Risiko
Anthony Charles Sunarjo, Ketua Umum GP Farmasi: Pelakunya Dihukum Mati Saja
Anang Sukandar, Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia:
M. Hatta Rajasa, Menteri Perhubungan RI: ”…Semua Kendala Akan Kami Hadapi”
Thomas Darmawan, Ketua Umum Gapmmi: ”Produk Asing Boleh Saja Masuk, Asal …”
”Janganlah Berutang Jika Sulit Membayarnya”
“Saya Tidak Mau (Jadi) Tua Sendiri”
“Biaya Tinggi Masih Mencekik”
”Ingin Menegakkan Wibawa Pemerintah, Kok Disalahkan”
Lantas, bagaimana langkah antisipasi yang dilakukan Hatta serta seluruh jajaran di departemen yang dipimpinnya itu agar arus mudik kali ini bisa berjalan dengan lancar, aman, serta nyaman? Kamis pekan lalu, kepada Saswitariski, Eko Zulham, M. Agus Yozami, dan juru foto Mulyana dari TRUST, Hatta berkesempatan menjelaskannya secara detail. Berikut petikan wawancaranya:

BAGAIMANA PERSIAPAN DEPHUB
DALAM MENGANTISIPASI ARUS MUDIK LEBARAN TAHUN INI?
Sesuai Instruksi Presiden No. 3 Tahun 2004 tentang Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu, Dephub diberi wewenang menjadi koordinatornya. Oleh karena itu, kami telah mempersiapkan seluruh pelaksanaan angkutan Lebaran mulai dari H-7 hingga ke H+7. Untuk itu, kami membentuk tim koordinasi internal yang diketuai oleh Dirjen Perhubungan Darat.

APA SAJA YANG MENJADI POIN PENTING
DALAM PERSIAPAN TERSEBUT?
Yang utama adalah sarana dan prasarana. Menyangkut hal itu, kami harus melakukan berbagai pengecekan, di antaranya mengenai berapa banyak jumlah pemudik Lebaran. Poin berikutnya adalah aspek keselamatan, keamanan, dan kelancaran. Untuk aspek keselamatan dan keamanan, kami melakukan sosialisasi dan pengetatan regulasi. Contohnya, para pemudik yang menggunakan roda dua diwajibkan menggunakan helm dan tidak boleh lebih dari dua orang. Untuk keselamatan, kami telah mempersiapkan tim SAR udara, laut, dan darat.

SELAIN ITU?
Masalah tarif. Pemerintah telah menetapkan tarif batas atas dan batas bawah untuk angkutan kota dan antarprovinsi. Tahun ini, tarifnya kami naikkan sebesar 5,22%. Contohnya, untuk golongan I, yakni daerah Jawa dan Bali, tarifnya menjadi Rp 130 untuk batas atas dan Rp 80 untuk batas bawah per penumpang per kilometer (km). Jadi, kalau jaraknya 1.000 km, maka tarifnya antara Rp 80.000 sampai Rp 130.000. Untuk golongan II, yakni daerah Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi, tarif batas atas adalah Rp 143 dan batas bawah Rp 88. Sementara kereta api ekonomi dan kapal laut kelas ekonomi tarifnya tidak dinaikkan karena masih mendapat subsidi dari pemerintah.

BAGAIMANA DENGAN MASALAH KOORDINASINYA?
Hal ini penting karena berkaitan dengan pelayanan dan informasi di lapangan, terutama jika terjadi kecelakaan atau kemacetan total. Untuk itu, kami telah mempersiapkan petugas yang berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Di Jakarta saja, Kepolisian Daerah DKI telah mempersiapkan sekitar 3.000 aparatnya. Kami juga mengerahkan seluruh aparatur dinas di kabupaten, kota, maupun provinsi.

KABARNYA PULA, TELAH DISIAPKAN JARINGAN KOMUNIKASI UNTUK JAGA-JAGA JIKA TERJADI SESUATU YANG TIDAK DIINGINKAN?
Kami telah menyediakan 23 CCTV (kamera pemantau) untuk mengontrol daerah rawan kecelakaan dan kemacetan. Selain itu, ada juga alat komunikasi pengaduan masyarakat jika terjadi sesuatu di jalan raya. Untuk itu, mereka bisa menghubungi nomor 9966 dan 9333 untuk pengaduan lewat short massage service.

MENURUT PERKIRAAN, BERAPA SIH JUMLAH PEMUDIK PADA LEBARAN TAHUN INI?
Berdasarkan catatan kami, jumlahnya sekitar 14 juta sampai 15 juta orang, atau naik 5% dibanding tahun lalu. Dan yang perlu dicatat, tahun ini, jumlah pemudik Lebaran yang menggunakan semua jalur, trayek jumlahnya juga mengalami kenaikan.

UNTUK ITU, BAGAIMANA KESIAPAN ARMADA PENGANGKUTNYA?
Kami sudah melakukan pengecekan pada armada angkutan darat, laut, dan udara. Dari semua armada itu, ternyata total jumlah tempat duduk yang tersedia mencapai sekitar 30 juta seat. Jadi, dari segi armada angkutan seharusnya tidak ada masalah.

JIKA DITOTAL, BERAPA BESAR KEKUATAN ARMADANYA?
Armada angkutan darat pada Lebaran tahun ini jumlahnya sekitar 33.358 bus, atau naik 4,07% dibandingkan tahun 2005. Untuk angkutan ASDP tersedia sekitar 110 kapal, atau naik 0,9%. Angkutan kereta api tersedia 225 gerbong (naik 0,9%), angkutan laut tersedia 598 kapal (naik 5%), serta angkutan udara tersedia 221 pesawat atau naik 4,7% dibanding tahun 2005.

BAGAIMANA DENGAN PEMUDIK YANG MENGGUNAKAN KENDARAAN PRIBADI, APAKAH JUMLAHNYA JUGA NAIK?
Diprediksikan, arus mudik dengan roda dua jumlahnya sekitar 1.799.000 unit, ada peningkatan 35%-40% dibanding tahun lalu. Dengan meningkatnya jumlah pemudik roda dua pada tahun ini, maka arus lalu lintas kendaraan non-roda dua diperkirakan menurun 7%, yakni dari 1.581.983 unit menjadi 1.471.300 unit.

UNTUK MELAYANI LEDAKAN ARUS MUDIK DENGAN KENDARAAN TERSEBUT, BAGAIMANA PULA PASOKAN BBM-NYA?
Untuk hal itu, kami melakukan koordinasi dengan beberapa instansi terkait, salah satunya dengan Pertamina. Kami berharap Pertamina bisa menyediakan dan meningkatkan pasokan BBM. Pada H-7, persediaan BBM untuk jenis premium diharapkan bisa mencapai 17 hari dan 21 hari untuk jenis solar. Pertamina juga harus memisahkan SPBU untuk sepeda motor dan mobil. Kemudian, salah satu yang harus disiapkan adalah keberadaan rest area di SPBU.

MENGINGAT MASIH ADA SEJUMLAH
JALAN UTAMA YANG RUSAK, LANGKAH APA SAJA YANG TELAH DILAKUKAN UNTUK MENGATASI MASALAH INI?
Untuk itu, kami berkoordinasi dengan Departemen Pekerjaan Umum (DPU). Yang sedang dilakukan adalah percepatan penanganan kondisi jalan pada ruas lintas timur dan tengah Sumatra yang saat ini kondisinya rusak berat. Untuk jalur Pantura, kami sedang mengerjakan perbaikan dan pengerasan dengan beton di beberapa ruas jalan. Selain itu, DPU juga telah menyediakan peralatan alat berat di lokasi rawan bencana alam. Sementara mengenai koordinasi dengan Jasa Marga, kami antara lain melakukan antisipasi di lokasi rawan kemacetan dan kecelakaan di jalan tol.

PANTURA TERKENAL SEBAGAI JALUR YANG RAWAN KEMACETAN. SELAIN MELAKUKAN PERBAIKAN RUAS JALAN, ANTISIPASI APALAGI YANG TELAH DILAKUKAN?
Untuk arus mudik di sekitar pulau Jawa, ada yang namanya jalur tengah, selatan, dan utara. Hanya saja, jalur Pantura jadi rawan karena menjadi favorit para pemudik. Tapi, saat ini kan sudah ada tol Cipularang. Pemudik bisa menggunakan jalur itu untuk menuju jalur selatan yang tembus ke Bandung, Nagrek, Cilacap, dan akhirnya masuk ke wilayah Jawa Tengah dan seterusnya.

ARUS LALU LINTAS DI WILAYAH
JAWA TIMUR MASIH TERKENDALA
OLEH GENANGAN LUMPUR LAPINDO. BAGAIMANA MENGATASINYA?
Khusus untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya, luapan lumpur di Sidoarjo yang menyebar hingga ke jalan raya dan tol mungkin akan menimbulkan kemacetan. Tapi, dengan dibuangnya lumpur ke laut, kami berharap risiko jebolnya tanggul bisa diminimalisir. Kalau tidak, hal itu bisa mengganggu lalu lintas kendaraan dan jalur kereta api. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kami juga sudah menyiapkan alternatif jalur mobil dan jalur kereta api.

DI MANA SAJA JALUR ALTERNATIF TERSEBUT?
Untuk alternatif jalan tol, banyak daerah yang bisa dilewati bila tidak menggunakan tol. Untuk kereta api menuju Surabaya, kami membuka jalur alternatif lewat Mojokerto-Kertosono-Kediri-Blitar-Malang.

BAGAIMANA DENGAN JALUR KE SUMATRA?
Di Sumatra ada tiga jalur, yakni lintas timur, tengah, dan barat. Hingga saat ini memang kondisi jalannya masih dalam perbaikan. Di sana, jalan yang rusak berat hampir mencapai 22 km, terutama dari Lahat ke Lubuk Linggau. Oleh karena itu pula, kami berupaya agar kerusakannya bisa diminimalisir. Sehingga, pada H-7 nanti, jalan-jalan di sana sudah bisa berfungsi kembali. Untuk jalur Kalimantan, selain soal asap dari kebakaran hutan, saya rasa tidak ada masalah.

BUKANKAH KARENA PERSOALAN ASAP ITU JARAK PANDANG MENJADI HANYA 50 METER?
Betul. Dan kami khawatir hal itu akan mengganggu jadwal penerbangan pesawat. Lazimnya, jika kondisi sudah seperti itu, kami menyebutnya dengan istilah weather minimal. Jika hal itu terjadi, kami tidak memperkenankan maskapai penerbangan mengambil risiko menerbangkan pesawatnya. Tapi percayalah, kami terus melakukan upaya agar masalah asap ini bisa diselesaikan dalam waktu dekat.

SECARA UMUM, APA SAJA KENDALA YANG DIHADAPI PEMERINTAH DALAM MENGANTISIPASI ARUS MUDIK LEBARAN KALI INI?
Ada tiga kendala yang kami hadapi. Yang pertama adalah soal ketidakseimbangan kapasitas antara prasarana dan jumlah pemudik. Jadi, bukan karena faktor sarana yang tidak disediakan, tapi soal kapasitas jalan yang tidak didesain untuk mencukupi jumlah pemudik. Hal inilah yang menimbulkan kemacetan di ruas-ruas jalan. Dan solusinya adalah menambah kapasitas ruas jalan. Faktor kedua yakni soal keselamatan. Tingginya persentase kecelakaan pada masa-masa mudik Lebaran menjadi tantangan tersendiri. Dan kendala ketiga adalah faktor ketidakdisiplinan para pemudik dalam menggunakan jalan.

MAKSUDNYA?
Kalau terjadi kemacetan, mereka bisa dengan seenaknya mengambil jalur kendaraan lain dari arah yang berlawanan. Selain bisa menimbulkan kecelakaan, hal itu juga mengakibatkan kemacetan. Tapi, semua kendala di lapangan akan kami hadapi. o

TEROBSESI PENGALAMAN PRIBADI

LOW profile dan murah senyum. Begitulah antara lain ciri khas yang dimiliki Hatta Rajasa. Dan paras nan menyejukkan tadi akan tetap terpancar di wajah pria kelahiran Palembang, Sumatra Selatan, 53 tahun silam, ini kendati ia tengah menghadapi kritikan tentang carut-marutnya layanan transportasi umum di negeri ini. Apa boleh buat, sebagai orang nomor satu di departemen yang paling bertanggung jawab atas persoalan tersebut, Hatta harus menerimanya dengan lapang dada.
Nyatanya pula, Hatta tak pernah berhenti berpikir serta bertindak untuk mewujudkan tekadnya agar negeri ini memiliki sistem transportasi yang diharapkan banyak kalangan. Dan obsesi ini sejatinya bukanlah semata-mata karena ia tengah menjabat sebagai Menteri Perhubungan, melainkan didasari atas pengalaman pribadinya saat berkendaraan layaknya warga kebanyakan.
Kemacetan lalu lintas memang sudah menjadi trade mark kota-kota besar di negeri ini, termasuk Jakarta. ”Saya benar-benar memikirkan bagaimana cara mengubah kondisi ini,” tuturnya. Dan mumpung tengah menjabat sebagai Menteri Perhubungan, Hatta pun berupaya melakukan berbagai terobosan untuk mengatasinya.
Untuk melawan kemacetan di ibu kota misalnya, upaya yang dijalankan di antaranya mengembangkan jalur lintasan kereta api. ”Saat ini pemerintah sedang mengerjakan pembangunan double track di Serpong dan Bekasi,” tutur mantan Menteri Riset dan Teknologi di era Presiden Megawati Soekarnoputri ini. Senyum memang bukanlah satu-satunya solusi. Dan seyogianya, kritikan harus dijawab dengan tindakan nyata. o


Berikan Komentar untuk artikel ini
Lihat Komentar untuk artikel ini

Edisi 09 - 10 Tahun VI
31 Desember - 6 Januari 2007
www.mnc.co.id