Rabu, 7 Januari 2009 | Berlangganan Majalah TRUST 
Sub Rubrik:

”Kami Perlu Memahami Karakter Bangsa Ini…”
Alexey Reznikovich, Chief Executive Officer Altimo:

 
ALFA Telecom International Mobile (Altimo) dikenal sebagai perusahaan agresif nan ambisius. Di tiap penjuru dunia, entitas bisnis asal Rusia yang diluncurkan di London dua tahun lalu itu, tak segan mengucurkan jutaan dolar untuk melakukan akuisisi. Mereka sempat membuat heboh ketika berminat atas 20% saham Vodafone—perusahaan telekomunikasi terbesar di Eropa—yang bernilai US$ 15 miliar. Mereka juga mengentak Turki, merasuk ke Kamboja, menguasai Eropa Timur, dan kini punya agenda besar di Indonesia. Untuk yang terakhir itu, perusahaan ini siap mengalirkan dana US$ 2 miliar (sekitar 18 triliun).
Sejatinya, Altimo tergolong perusahaan yang penuh pertimbangan. Terkadang berlebihan. Untuk sampai pada tahap eksekusi, mereka mengawalinya dengan kegiatan riset yang panjang. Di Turki misalnya, mereka butuh waktu dua tahun, sebelum akhirnya memutuskan mengakuisisi Turkcell senilai US$ 3,3 miliar pada November 2006. Turkcell adalah operator seluler terbesar di Turki.
Altimo diluncurkan di London 1 Desember 2005. Sebelumnya bernama Alfa Telecom dan merupakan anak perusahaan Alfa Group. Kapitalisasi pasarnya sekitar US$ 14 miliar. Saat ini, Altimo memegang 29,3% saham Golden Telecom, operator telepon terbesar di Rusia, dengan total pendapatan US$ 667 juta selama tahun lalu. Perusahaan ini juga menguasai 35,8% saham VimpelCom (operator seluler kedua terbesar di Rusia), dan 25,1% saham Megafon (operator seluler ketiga terbesar di Rusia). Portofolionya juga disebar ke Ukraina dengan menguasai 43,5% saham Kyivstar. Kyivstar telah memiliki 17 juta pelanggan, atau sekitar 96% dari total populasi negara tersebut.

 Artikel Lain
”Saya Siap untuk Tidak Populer”
”Kita Tahu Ikan Dicuri, Kalau Ada yang Ketangkap”
”Mereka Terbukti Melanggar”
”Bagi Kami Semuanya Adalah Pesaing”
”Kami Perlu Memahami Karakter Bangsa Ini…”
”Saya Memang Mau Cari Masalah”
”Kami Berani Melakukan Cut Loss”
”Polisi hanya Mencari-cari Kesalahan…”
”Mendisiplinkan Belanja, Memang Berat”
”Kalau Memang Ada yang Mau, Silakan Ambil”
Nah, bagaimana langkah mereka selanjutnya di Indonesia? Beberapa waktu lalu, Alexey Reznikovich, Chief Executive Officer Altimo, berkesempatan menjelaskan lebih rinci kepada Febry Mahimza dan Julianto dari TRUST. Berikut petikan wawancaranya:

APA YANG MEMBUAT ANDA TERTARIK BERINVESTASI DI INDONESIA?
Enam bulan lalu kami melakukan investigasi membuat indeks bersama para akademisi di British University. Hasilnya adalah indeks ranking negara-negara di dunia untuk industri mobile telephone. Pada ranking itu, dari sisi potensi pasar, Indonesia menempati posisi ke-4. Di sini marketnya begitu atraktif. Karena itu, kami melihat Indonesia sebagai negara dengan pasar yang sangat besar, tapi tingkat penetrasinya masih rendah, yakni baru sekitar 20%. Kondisi geografis dan demografis Indonesia yang terdiri dari beberapa pulau, membuat negara ini memiliki karakter yang complicated. Karakter yang complicated juga kami temui di Rusia dan beberapa negara pecahan Uni Soviet lainnya. Sehingga kami merasa mempunyai pengalaman yang cukup dengan market seperti itu.

ALTIMO KAN PERUSAHAAN INVESTASI, BUKAN OPERATOR SELULER. BAGAIMANA MUNGKIN BISA MEMILIKI PENGALAMAN DALAM MENGEMBANGKAN BISNIS TELEPON SELULER DI INDONESIA?
Kami telah berinvestasi di sejumlah perusahaan telekomunikasi besar. Pada sejumlah perusahaan ini, kami meng-exercise hanya di jajaran direksi dan top manajemen—level strategis dalam mengembangkan strategi bisnis perusahaan. Selain itu, Rusia juga sangat besar, paling tidak hampir sama dengan Indonesia. Jadi, kami memiliki keahlian dalam hal teknologi, modal, sumber daya manusia, dan sebagainya.

SEJAK KALI PERTAMA DATANG KE INDONESIA, SEJAUH INI BAGAIMANA PERKEMBANGAN PROSES INVESTASI ANDA DI SINI?
Berinvestasi miliaran dolar itu tidak gampang. Agar tidak keliru dalam memutuskan, kami harus terus-menerus melakukan riset pasar. Proses investasi kami di Indonesia, ya baru sampai tahap itu. Untuk sampai fase eksekusi, kami bisa menghabiskan waktu setahun, atau kadang lebih dari itu. Pola ini tidak hanya kami lakukan di Indonesia, tapi juga di negara-negara lain. Contohnya ketika melakukan investasi di Turki, kami menghabiskan waktu lebih dari dua tahun hanya untuk mempelajari pasar. Kami tidak ingin terburu-buru, tetapi kami yakin Indonesia sangat potensial untuk berinvestasi.

ANDA PERNAH MENGATAKAN NILAI INVESTASI YANG AKAN DITANAMKAN TIDAK LEBIH DARI 30%? JIKA ”HANYA” SEBESAR ITU, KOK MEMBUTUHKAN WAKTU BEGITU LAMA?
Karena masih menunggu situasi yang baik, serta partner yang bagus. Kami sangat hati-hati dalam membuat keputusan. Indonesia adalah pasar yang belum kami mengerti secara keseluruhan. Karena kami serius, maka menghabiskan waktu yang cukup lama. Kami perlu memahami karakter bangsa ini secara baik. Mulai dari masyarakatnya, budaya, iklim investasi, hingga politik ekonomi yang diterapkan di negara ini. Kami tidak yakin ada pebisnis yang datang dan langsung berinvestasi dalam skala besar. Kami ingin mengetahui negara ini lebih baik. Karena budaya di Rusia dan di sini sangat berbeda. Jadi kami butuh waktu. Tentu akan berbeda jika kami hanya berinvestasi sebesar US$ 50 juta. Dengan nilai investasi sebesar itu tak memerlukan waktu lama. Yang akan kami investasikan itu nilainya bisa mencapai miliaran dolar.

BUKANKAH ANDA SUDAH MEMILIKI BERBAGAI DATA TENTANG INDONESIA?
Kami tidak ragu dengan potensi yang ada di Indonesia, itu sudah sangat jelas. Tapi, yang kami dapat dari British University itu baru sekadar teori. Turki merupakan pasar yang sangat dekat dengan Moskow. Kami hanya butuh tiga jam untuk tiba di sana. Sementara kalau terbang dari Moskow ke Jakarta, waktu yang dihabiskan bisa mencapai 14 jam. Jadi, bisa dibayangkan, di Turki saja kami butuh waktu lebih dari dua tahun untuk benar-benar mengerti keadaan. Lalu, mengapa kami harus buru-buru berinvestasi di sini. Terlebih, kami belum paham benar situasi sosio-ekonomi politik dan regulasi di negeri ini.

ANDA PUNYA PENGALAMAN INVESTASI DI NEGARA PECAHAN UNI SOVIET, DAN SEJUMLAH NEGARA ASIA LAINNYA. LANTAS, APA YANG DIBUTUHKAN DARI PEMERINTAH INDONESIA UNTUK MEMPERMULUS LANGKAH INVESTASI ANDA?
Saya rasa semua negara sama, apakah itu Rusia, Turki, atau Indonesia. Itu berdasarkan bisnis. Level bisnis itu sangat penting. Apakah dia bermain di kelompok kecil atau besar, akan ditentukan oleh situasi hukum, ekonomi, dan keuangan. Yang kami harapkan adalah kesetaraan layanan dan penerapan aturan yang jelas antara investor yang satu dengan investor yang lain. Jangan sampai, ada kecenderungan pada perusahaan tertentu, atau semacam pilih kasih dalam menerapkan aturan.

APAKAH SAAT INI ANDA SUDAH MENGALAMI KESULITAN SEPERTI ITU?
Sejauh ini kami belum mendapatkan masalah apa-apa.

KENAPA ANDA BERINVESTASI KE INDONESIA? BAGAIMANA HALNYA DENGAN CINA ATAU MALAYSIA…
Cina memang pasar yang bagus, Malaysia juga menarik. Kalau kami cek satu per satu, tingkat penetrasi seluler di Indonesia masih yang terendah. Malaysia, misalnya, tingkat penetrasinya sudah cukup tinggi, mencapai 35%. Bagi pebisnis, hal itu sudah tidak potensial lagi, karena pasarnya sudah dikuasai investor yang telah berinvestasi di Malaysia sejak empat tahun atau tujuh tahun lalu. Sementara di Cina, kami melihat pemerintahnya terlalu mengontrol pasar, sehingga selalu terbuka peluang terjadinya monopoli. Kendati begitu, secara mendasar, Cina tetap pasar yang potensial.

KEDATANGAN ALTIMO
DI INDONESIA SEMPAT MEMICU PERDEBATAN. SOALNYA, DENGAN NILAI INVESTASI YANG TIDAK MAYORITAS, SEJUMLAH KALANGAN MENENGARAI ALTIMO TERMASUK INVESTOR HIT AND RUN?
Saya mengerti kebingungan itu. Tapi, selama berinvestasi di industri telekomunikasi seluler, kami belum pernah tiba-tiba pergi begitu saja. Memang, beberapa waktu lalu, kami pernah menarik investasi dari sebuah operator seluler di Turki. Tapi, nilainya tidak seberapa, hanya sekitar US$ 5 juta. Sementara, nilai investasi yang kami lakukan di operator seluler di sejumlah negara lainnya cukup lumayan, sehingga kami bisa mengatakan tidak termasuk investor hit and run.

BERAPA TOTAL PORTOFOLIO INVESTASI ALTIMO DI SEKTOR TELEKOMUNIKASI, DAN DI NEGARA MANA SAJA?
Sekarang kami sudah menanam investasi di 20 operator seluler yang tersebar di 12 negara termasuk Kamboja. Sekitar 95%-nya kami tanam di layanan mobile telephone. Sisanya yang 5% kami investasikan di fixed line.

PORTOFOLIO INVESTASI ITU SEMUANYA DI PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI SELULER?
Ya. Kami memang hanya memfokuskan diri pada bidang telekomunikasi seluler.

SOAL RUMOR PEMBELIAN SAHAM STT DI INDOSAT, SEBENARNYA SEBERAPA SERIUS RENCANA PERUSAHAAN ANDA MELAKUKAN ITU?
Indosat memang perusahaan yang bagus. Kalau tidak salah menempati posisi kedua dalam market share seluler. Tapi, yang perlu diingat, dalam berinvestasi di Indonesia, kami berpikir tidak terlalu penting apakah perusahaan itu bagus atau tidak. Sebab, dengan pasar luar biasa besar dan tingkat penetrasi yang kecil, bagus tidaknya sebuah perusahaan bukanlah isu penting. Ini akan sangat berbeda kalau berinvestasi di negara yang penetrasinya sudah tinggi seperti di Malaysia. Di negara tersebut, kami harus benar-benar berinvestasi di operator yang sudah memiliki nama. Sementara di Indonesia, kami cukup membawa capital, skill, dan expertise, yang dapat membuat perusahaan tempat kami berinvestasi menjadi lebih baik.

ARTINYA, TIDAK MASALAH BAGI ALTIMO JIKA TIDAK JADI MEMBELI INDOSAT?
Itu betul. Selain Indosat, saat ini kami juga tengah melakukan investigasi pada tiga operator seluler yang tengah berkembang. Mana yang akan kami incar, tidak bisa kami ungkapkan saat ini. Karena kami masih melakukan penelusuran terhadap mereka.

BUKANNYA AGAR TIGA OPERATOR ITU TIDAK JUAL MAHAL?
(Alexey hanya tersenyum)

KEMBALI KE SOAL INDOSAT. PERNAHKAH ANDA BERNEGOSIASI DENGAN STT TENTANG RENCANA PEMBELIAN TERSEBUT?
Tidak. Kami belum pernah bernegosiasi atau bertemu dengan perwakilan atau manajemen STT untuk membeli Indosat.

OMONG-OMONG, BERAPA TOTAL ASET ALTIMO SAAT INI?
Saat ini nilainya lebih dari US$ 20 miliar. Jika investasi di Indonesia tidak menemui kendala, maka nilainya akan jauh lebih besar lagi. Untuk itu kami berharap kedatangan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Indonesia bisa memberikan dorongan agar bergerak lebih cepat dalam meningkatkan kerja sama antar-kedua negara.

SUDAH MENGGANDENG PARTNER LOKAL UNTUK MEMPERMUDAH INVESTASI
DI SINI?
Tidak. Kami belum memiliki pengusaha lokal untuk dijadikan mitra.

SAAT INI ALTIMO & ALFA GROUP MEMILIKI PERTUMBUHAN YANG SANGAT PESAT. BANYAK YANG MENGANALISIS BAHWA ITU TAK LEPAS DARI DUKUNGAN SERTA AKSES YANG DIMILIKI PARA MANTAN AGEN BADAN INTELIJEN RUSIA SEPERTI KGB TEMPO DULU. BENARKAH?
Saya pikir itu hanya rumor. Bisnis yang kami miliki saat ini, kami lakukan dengan cara-cara wajar dan legal.

BAGAIMANA TANGGAPAN ANDA TENTANG INDONESIA?
Ini merupakan pertama kalinya saya datang ke negara Anda. Dan saya sungguh kaget, ternyata Jakarta tidak seperti yang saya bayangkan, banyak gedung-gedung tinggi di sini. Berbeda jauh dengan Moskow yang banyak gedung tua bersejarah, namun tidak setinggi di sini. 


Berikan Komentar untuk artikel ini
Lihat Komentar untuk artikel ini

Edisi 09 - 10 Tahun VI
31 Desember - 6 Januari 2007
www.mnc.co.id