Rabu, 7 Januari 2009 | Berlangganan Majalah TRUST 
 
 

Fransiscus Welirang, Vice President Director PT Indofood Sukses Makmur:
”Kalau Pak Anthony Sudah Berencana, Pasti Akan Terwujud”

 
ADA gebrakan baru di Salim Group. Melalui anak perusahaan PT Indofood Sukses Makmur, yakni PT Salim Ivomas Pratama, kelompok usaha ini pada Agustus lalu berhasil mengakuisisi 60% saham milik Rascal Holdings Limited di tiga perusahaan (PT Mentari Subur Abadi, PT Swadaya Bhakti Negaramas, dan PT Mega Citra Perdana). Ketiga perusahaan itu tak lain pemilik 85.500 hektare kebun kelapa sawit di Sumatra Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah. ”Nilai akuisisinya sekitar Rp 125 miliar,” tutur Fransiscus Welirang, Vice President Director PT Indofood Sukses Makmur.
Langkah tersebut, tambah pria yang akrab disapa Franky ini, merupakan bagian dari strategi jangka panjang perseroan. ”Sampai tahun 2015, ditargetkan, kami sudah memiliki kebun kelapa sawit hingga seluas 250 ribu hektare,” tuturnya. Tujuannya, apa lagi jika bukan untuk memperkuat struktur bisnis kelompok usaha itu di sektor ini.
Sejatinya pula, setelah di bawah komando Anthony Salim, banyak pembaruan terjadi di tubuh Indofood. Seperti apakah itu? Belum lama ini, Franky berkesempatan menjelaskannya kepada tim wartawan majalah TRUST di Jakarta. Berikut petikan wawancaranya:

 Artikel Lain
Bakrie Enggan Lama-Lama Berkubang
Arwin Rasyid, Direktur Utama PT Telkom: ”Lebih Etis Saya Sampaikan ke Komisaris”
Duit dalam Kemelut
Pilih Salah Satu, Lalu Kocok Ulang
Fransiscus Welirang, Vice President Director PT Indofood Sukses Makmur:
Naga Asia Tak Pernah Berhenti Ekspansi
Medco Merambah Dunia
Ada Korupsi (Lagi) di Jamsostek?
Sulitnya Menjadi Tuan di Rumah Sendiri
Melacak Jejak Lama Sukanto Tanoto

KABARNYA, INDOFOOD TENGAH GENCAR MELAKUKAN EKSPANSI USAHA. ADAKAH SEKTOR USAHA BARU YANG TENGAH DIRINTIS PERSEROAN?
Sebenarnya, Indofood tidak mempunyai bisnis baru. Kami hanya memperluas areal perkebunan kelapa sawit saja. Dalam RUPS tahunan Juni lalu, dewan komisaris menargetkan bahwa luas kebun kelapa sawit hingga tahun 2015 akan mencapai 250 ribu hektare. Salah satu caranya, ya melakukan akuisisi.

CONTOHNYA?
Seperti pada Agustus lalu, anak perusahaan Indofood, yakni PT Salim Ivomas Pratama, mengakuisisi 60% saham milik Rascal Holdings Limited di PT Mentari Subur Abadi, PT Swadaya Bhakti Negaramas, dan PT Mega Citra Perdana. Ketiga perusahaan itu mengelola 85.500 hektare kebun kelapa sawit di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Sumatra Selatan.

BERAPA BESAR NILAI AKUISISINYA?
Sekitar Rp 125 miliar. Sampai tahun lalu, lahan perkebunan yang sudah kami miliki seluas 138.000 hektare. Jika ditambah dengan lahan yang kami akuisisi dari Rascal Holdings, luasnya sudah mendekati target.

TUJUANNYA SEMATA-MATA UNTUK MEMPERKUAT STRUKTUR BISNIS DI SEKTOR INI?
Perlu diketahui, pohon kelapa sawit yang ada di kebun kami sekarang ini rata-rata sudah berumur 16 tahun. Padahal, masa produksinya maksimal hingga berumur 24 tahun. Kalau sudah mendekati 24 tahun, tingkat produksinya pun cenderung akan menurun. Nah, untuk meningkatkan kapasitas produksi, maka harus dilakukan peremajaan tanaman. Untuk itu, kami membutuhkan lahan tambahan, paling tidak seluas 50 ribu hektare.

JIKA DILIHAT DARI SKALA PRODUKSINYA, APAKAH SUDAH MENCUKUPI KEBUTUHAN INDUSTRINYA?
Untuk memenuhi kebutuhan (bahan baku) divisi minyak goreng dan nabati yang per tahunnya sekitar 750 ribu ton CPO, jumlah lahan tadi memang belum mencukupi. Karena itu pula kami mengembangkan lahan perkebunannya.

TAPI ADA YANG MELIHAT BAHWA LANGKAH AKUISISI INDOFOOD ITU JUGA DIPICU OLEH MAKIN MEMBAIKNYA TREN HARGA CPO DI PASAR INTERNASIONAL SAAT INI?
Begini, ketika harga CPO naik, belum tentu harga minyak goreng juga ikut naik. Atau sebaliknya. Sebab, yang menentukan harga CPO adalah industri pemakainya. Sedangkan yang menentukan harga minyak goreng adalah konsumen.

BAGAIMANA KECENDERUNGAN KONSUMSI MINYAK GORENG BELAKANGAN INI, APAKAH TRENNYA TERUS MENINGKAT?
Hal itu sangat normatif. Pertumbuhan konsumsi minyak goreng nasional setiap tahunnya memang meningkat 7% sampai 7,5%. Tapi, sebagai produsen, kami akan tetap berpikir bagaimana cara memenuhi kebutuhan konsumen dengan baik.

MAKSUDNYA?
Untuk memenuhi kebutuhan itu, kerap hak konsumen tidak diprioritaskan. Buktinya, saat ini sekitar 87% minyak goreng yang beredar di pasar domestik masih dijual dengan cara literan. Nah, apakah ada jaminan bahwa minyak goreng itu kualitasnya baik, misalnya tidak dicampur dengan minyak bekas? Makanya, dengan memperluas perkebunan, kami berharap bisa memenuhi kebutuhan minyak goreng nasional, tidak saja dari sisi volume, tapi juga kualitasnya.

BERAPA KAPASITAS PRODUKSI MINYAK GORENG DAN NABATI INDOFOOD SEKARANG INI?
Kami memiliki anak perusahaan yang khusus memproduksi produk tersebut, yakni PT Intiboga Sejahtera. Perusahaan itu memiliki dua pabrik (di Jakarta dan Surabaya) pengolahan minyak goreng, minyak nabati, dan margarin. Pabrik di Jakarta mampu mengolah sekitar 700 ton CPO per hari. Sementara yang di Surabaya mampu mengolah sekitar 1.400 ton per hari.

SEKARANG INI TENGAH GENCAR DIKAMPANYEKAN PENGGUNAAN BIODIESEL SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI BBM FOSIL. CPO DINILAI BERPOTENSI DIOLAH MENJADI MINYAK BAKAR NABATI ITU. BAGAIMANA INDOFOOD MENYIKAPINYA?
Wong untuk diri sendiri saja masih kurang, lalu untuk apa mikirin bisnis lain yang belum jelas. Lebih baik kami memfokuskan diri pada bisnis yang ada saja. Jadi intinya, kami belum berpikir sampai ke arah sana.

APAKAH LEBIH FOKUS KE INDUSTRI CPO JUGA SEBAGAI LANGKAH JAGA-JAGA TERJADINYA KEMUNGKINAN PALING BURUK DI BISNIS MI INSTAN? TOH, GEJALA KE ARAH ITU SUDAH TAMPAK, YAKNI PERNIAGAAN MI INSTAN YANG MULAI STAGNAN….
Itu juga relatif. Mengapa? Sebab, selama ini Indofood hanya dikenal sebagai produsen mi instan. Padahal, kami juga memproduksi berbagai produk makanan lainnya, seperti makanan bayi yang memiliki revenue sekitar Rp 360 miliar per tahun, snack food (Rp 400 miliar), biskuit (Rp 100 miliar), dan bihun (Rp 400 miliar).

SELAIN MEMPERLUAS PERKEBUNAN KELAPA SAWIT, APA LAGI RENCANA INDOFOOD SELANJUTNYA?
Anda mungkin sudah mendengar bahwa Pak Anthony Salim (Dirut Indofood) pernah mengatakan bahwa ia berencana membangun pabrik gula.

RENCANA ITU SUDAH MULAI DIRINTIS? KAPAN REALISASINYA?
Saat ini masih dalam proses. Kalau Pak Anthony Salim sudah berencana, pasti akan terwujud.

NGOMONG-NGOMONG, MENGAPA ANTHONY SALIM MASUK LAGI KE INDOFOOD?
Apa tidak boleh? Itu kan jadi lebih baik. Dan saya kira wajar-wajar saja. Kan tidak perlu beliau memimpin terus-menerus. Tapi, perlu juga jika sewaktu-waktu beliau kembali mengorientasikan dirinya ke dalam perusahaan setelah sekian lama absen.

PEMBARUAN SEPERTI APA YANG DIEMBUSKAN SELAMA KEPEMIMPINAN BERADA DI BAWAH KENDALI ANTHONY SALIM?
Kontrol lebih terpusat, lebih terarah, dan lebih detail. Contohnya, di divisi distribusi, kinerjanya lebih terkontrol dengan baik. Untuk melakukan pendistribusian langsung ke seluruh wilayah Indonesia, kami membangun depot-depot pendistribusian. Dengan begitu, pendistribusian betul-betul berjalan efektif. Dan kontrolnya berdasarkan laporan hasil penjualan.

SELAIN ITU?
Perampingan tenaga kerja. Divisi yang memiliki tenaga kerja banyak nantinya akan dirampingkan, dan divisi yang membutuhkannya akan kami tambah.

CONTOHNYA, DI DIVISI MANA PERAMPINGAN ITU SUDAH DILAKUKAN?
Kalau karyawan di divisi administrasi kebanyakan, ya kami rampingkan. Begitu juga di divisi distribusi, karena sistemnya per wilayah, maka jika dalam satu wilayah jumlah karyawannya terlalu banyak, akan kami kurangi. Sedangkan wilayah yang kekurangan akan kami tambah. Selain itu, kami juga telah melakukan penggabungan sejumlah anak perusahaan (Intiboga Sejahtera, Bitung Menado Oil Industry, Sawitra Oil Grains, Pratiwimba Utama, dan Gentala Artamas ke dalam PT Salim Ivomas Pratama) pada Juli lalu.

TUJUANNYA?
Semata-mata hanya untuk memperbaiki manajemen. Dengan begitu, seluruh divisi mulai dari sektor perkebunan sampai consumer good berada di bawah satu komando. Dan saya kira, kinerja Indofood akan lebih efektif. Sebab, kalau sudah satu panglima yang memberikan komando, maka perusahaan akan berjalan lebih baik. o


Berikan Komentar untuk artikel ini

Edisi 09 - 10 Tahun VI
31 Desember - 6 Januari 2007
www.mnc.co.id
  Copyright © 2002-2006 Majalahtrust.com. All Rights Reserved. Design by ProWeb APDesign