|
|
 |
|
Tunjangan Presiden dan Anggota DPR
|
|
| |
Saya benar-benar kaget dan bingung mengetahui bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak tahu bila tunjangan untuk operasional kepresidenan naik dari sekitar Rp 700 miliar menjadi Rp 1,4 triliun. Itu benar-benar angka yang fantastis untuk negeri yang masyarakatnya sedang dilanda berbagai bencana ini.
Rabu sore (26/10), sekitar pukul 17.00 WIB, saya mendengar berita di radio yang mengatakan bahwa Presiden telah setuju bila tunjangan buat dirinya naik. Akan tetapi, apa yang terjadi keesokannya, Kamis pagi (27/10) sekita pukul 06.00 WIB, presiden mellui juru bicaranya, Andi Mallarangeng, memanggil para menterinya untuk mengklarifikasi berita yang menyatakan bahwa dia telah menyetujui naiknya tunjangan untuk dirinya. Nah, ini dagelan atau apa? Tampaknya Presiden merasa gerah juga setelah berbagai media memberitakantentang kenaikan dana operasional itu.
Setali tiga uang dengan yang terjadi di DPR. Dalam waktu hampir bersamaan, ada tambahan tunjangan Rp 10 juta untuk tiap anggota dewan yang terhormat. Say atidak habis pikir. Masyarakat masih kaget dengan kebijakan pemerintah menaikkan BBm, kini tambah kaget lagi dengan tingkah para anggota DPR yang bersenang-senang diatas penderitaan masyarakat yang memilihnya. Apakah mereka sudah tuli dan buta bahwa negeri ini masih banyak masyarakat miskin yang tega mambunuh hanya demi mendapatkan Rp 100 ribu per bulan?
Achmad Soleh
Sawah Besar, Jakarta
Berikan Komentar untuk artikel ini
Lihat Komentar untuk artikel ini
|
|
 |
|
 |
Edisi 09 - 10 Tahun VI 31 Desember - 6 Januari 2007 |
 |
|
 |
|