Jumat, 3 September 2010 | Berlangganan Majalah TRUST 
Sub Rubrik:

Tunjangan Presiden dan Anggota DPR

 
Saya benar-benar kaget dan bingung mengetahui bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak tahu bila tunjangan untuk operasional kepresidenan naik dari sekitar Rp 700 miliar menjadi Rp 1,4 triliun. Itu benar-benar angka yang fantastis untuk negeri yang masyarakatnya sedang dilanda berbagai bencana ini.
Rabu sore (26/10), sekitar pukul 17.00 WIB, saya mendengar berita di radio yang mengatakan bahwa Presiden telah setuju bila tunjangan buat dirinya naik. Akan tetapi, apa yang terjadi keesokannya, Kamis pagi (27/10) sekita pukul 06.00 WIB, presiden mellui juru bicaranya, Andi Mallarangeng, memanggil para menterinya untuk mengklarifikasi berita yang menyatakan bahwa dia telah menyetujui naiknya tunjangan untuk dirinya. Nah, ini dagelan atau apa? Tampaknya Presiden merasa gerah juga setelah berbagai media memberitakantentang kenaikan dana operasional itu.
Setali tiga uang dengan yang terjadi di DPR. Dalam waktu hampir bersamaan, ada tambahan tunjangan Rp 10 juta untuk tiap anggota dewan yang terhormat. Say atidak habis pikir. Masyarakat masih kaget dengan kebijakan pemerintah menaikkan BBm, kini tambah kaget lagi dengan tingkah para anggota DPR yang bersenang-senang diatas penderitaan masyarakat yang memilihnya. Apakah mereka sudah tuli dan buta bahwa negeri ini masih banyak masyarakat miskin yang tega mambunuh hanya demi mendapatkan Rp 100 ribu per bulan?

 Artikel Lain
SITA SELURUH ASET LAPINDO
KLARIFIKASI ’SERANGAN BALIK DIRUT JAMSOSTEK’
DPR LAPOR TERIMA GRATIFIKASI
Harapan buat Menko Kesra Baru
Tunjangan Presiden dan Anggota DPR
Pasar Baru Ciputat Menjengkelkan
Tanggapan Dari Bank Panin
Di Mana Membelinya?
Keberatan Atas Pemberitaan Majalah Trust
Keberatan Atas Pemberitaan Majalah Trust

Achmad Soleh
Sawah Besar, Jakarta



Berikan Komentar untuk artikel ini
Lihat Komentar untuk artikel ini

Edisi 09 - 10 Tahun VI
31 Desember - 6 Januari 2007
www.mnc.co.id